Kegiatan rutin ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan menjadi wadah penting bagi koordinasi internal dan penguatan disiplin bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kelurahan Manisrejo.
Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan apel yang ditutup dengan doa bersama. Dengan pelaksanaan apel pagi yang konsisten, Kelurahan Manisrejo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan.
Setelah apel selesai, seluruh pegawai segera menuju ruang kerja masing-masing untuk melanjutkan tugas administrasi maupun pelayanan langsung kepada masyarakat yang sudah mulai hadir di kantor kelurahan.
]]>
]]>Fokus utama dalam pembahasan kali ini adalah memastikan seluruh dokumen SPPT sampai ke tangan wajib pajak secara tepat waktu dan akurat. Dalam arahannya, pihak Kelurahan menekankan dua poin krusial sebagai target pencapaian tahun ini:
Target Distribusi: Seluruh SPPT PBB diharapkan sudah tersampaikan kepada warga paling lambat akhir Maret.
Target Pemabayaran Maximal : Mengingat pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan daerah, warga diimbau untuk melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo pada akhir September.
“Kami ingin memastikan masyarakat menerima SPT lebih awal agar mereka memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan pembayaran. Harapannya, kedisiplinan warga Manisrejo dalam membayar pajak tetap terjaga demi kelancaran pembangunan kota,” ujar Lurah Manisrejo dalam forum tersebut.

Kepada Masyarakat yang membayarkan SPPT PBB secapatnya akan mendapatkan Souvenir dari Bappenda Kota Madiun, selain itu Pembayaran SPT PBB dapat dilakukan melalui Online dengan berbagai Aplikasi yaitu JConnect Bank Jatim, Shopee, Toko Pedia dan lain sebagainya,
Melalui koordinasi yang solid ini, Pemerintah Kelurahan Manisrejo optimis realisasi PBB tahun ini dapat berjalan maksimal dan memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah daerah

Survei ini dilakukan untuk memastikan titik-titik pemasangan biopori tepat sasaran. Lubang biopori sendiri merupakan teknologi tepat guna untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah, sekaligus membantu pengomposan sampah organik rumah tangga.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang kami berikan memberikan manfaat maksimal bagi warga, terutama dalam meminimalisir genangan air saat hujan serta menjaga cadangan air tanah di lingkungan RT 20,” ujar perwakilan dari PT Mahesa di sela-sela peninjauan.

Kehadiran tim dari PT Mahesa disambut baik oleh pengurus lingkungan dan warga setempat. Lokasi Jalan Pacar Sari dipilih karena dinilai memiliki potensi pengembangan area hijau yang membutuhkan sistem drainase ramah lingkungan.
Poin Utama Kegiatan:
Lokasi: RT 20, Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun.
Tujuan: Mitigasi genangan air dan peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.
Bentuk Bantuan: Pembuatan lubang resapan biopori.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mahesa yang berkelanjutan. Setelah survei ini selesai, tahap selanjutnya adalah proses instalasi yang akan melibatkan partisipasi aktif warga agar pemeliharaan biopori dapat berjalan dalam jangka panjang.


Dalam arahannya, Lurah Manisrejo menekankan bahwa transisi jadwal kerja selama bulan puasa tidak boleh menghambat target capaian program yang telah direncanakan. Fokus utama diskusi meliputi percepatan pembangunan sarana prasarana lingkungan dan optimalisasi program pemberdayaan masyarakat yang akan berjalan beriringan dengan agenda rutin keagamaan.

“Rapat hari ini adalah momentum kita untuk menyelaraskan langkah. Program kerja ke depan harus tetap on track, dan yang paling utama, pelayanan kepada warga Manisrejo tetap harus optimal. Puasa bukan alasan untuk menunda pekerjaan, justru harus menjadi motivasi untuk melayani dengan lebih sabar dan teliti,” tegas Lurah Manisrejo.
Rapat staf ini diakhiri dengan pembagian tugas teknis operasional untuk memastikan seluruh loket pelayanan kelurahan tetap berjalan efektif bagi masyarakat selama bulan suci.
]]>Dalam arahannya, Lurah Manisrejo menekankan bahwa perubahan jam kerja selama Ramadhan tidak boleh menyurutkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Beliau meminta seluruh staf, mulai dari bagian administrasi hingga lapangan, untuk tetap menjaga integritas dan profesionalisme.

“Puasa bukan alasan untuk menurunkan produktivitas. Justru di bulan yang penuh berkah ini, kita harus menunjukkan dedikasi terbaik sebagai bentuk pengabdian. Pelayanan harus tetap cepat, tepat, dan dilakukan dengan senyuman,” ujar Lilik Wuri Apriati, S.Pi. selaku Lurah Manisrejo.
Selain penyesuaian jam kerja sesuai surat edaran pemerintah, apel ini juga membahas mengenai koordinasi keamanan wilayah dan pemantauan kebersihan tempat ibadah di sekitar Manisrejo guna memastikan kenyamanan warga dalam beribadah Tarawih nantinya.

Ketua Kader Kesehatan, menyampaikan bahwa perubahan pola makan saat puasa memerlukan edukasi khusus bagi warga, terutama bagi kelompok lansia dan penderita penyakit tertentu seperti maag atau diabetes.
“Tujuan kita hari ini adalah membekali kader agar bisa mengedukasi warga mengenai pola sahur dan buka puasa yang seimbang. Kita ingin warga beribadah dalam kondisi prima, bukan malah jatuh sakit karena pola makan yang salah,” ujarnya.

Selain fokus pada nutrisi, pertemuan ini juga menekankan pentingnya “Pembersihan Lingkungan Serentak” sebelum Ramadhan untuk mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti DBD, mengingat intensitas ibadah di masjid akan meningkat. Kader diminta menggerakkan kerja bakti di lingkungan masing-masing agar tempat ibadah dan rumah warga tetap higienis.
]]>Adapun lokasi yang menjadi tujuan utama adalah di Kampung Segar RW 6 Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Pemilihan lokasi ini didasari atas keberhasilan Kelurahan Manisrejo dalam menerapkan praktik-praktik terbaik (best practices) pengelolaan lingkungan yang dinilai relevan untuk diadaptasi di Kota Batu.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi antarinstansi, melainkan sebuah langkah strategis untuk menggali informasi mendalam dan pengalaman langsung dari lapangan. Pihak Kelurahan Dadaprejo berharap hasil dari studi tiru ini dapat menjadi bahan referensi utama dalam mengembangkan dan menyempurnakan Program Kelurahan Berseri di wilayah mereka.
Melalui kolaborasi antarwilayah ini, diharapkan tercipta sinergi positif dalam pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan lestari bagi masyarakat.

Bukan sekadar rutinitas, apel pagi kali ini menjadi momentum transisi penting : meninggalkan bulan pembuka tahun dengan kepala tegak, dan menyambut bulan kedua dengan strategi yang lebih matang.
Dalam amanatnya, Lurah Manisrejo memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja seluruh tim sepanjang bulan Januari. Laporan kegiatan menunjukkan tren positif di mana program-program awal tahun telah berjalan dengan baik dan sepenuhnya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
“Januari bukan sekadar bulan transisi, tapi fondasi. Keberhasilan kita menyelesaikan laporan dan target Januari dengan tertib administrasi adalah bukti bahwa kedisiplinan telah menjadi budaya kerja kita,” ujar Lurah Manisrejo dengan tegas.
Keberhasilan melampaui fase kritis di awal tahun ini menjadi modal kepercayaan diri bagi seluruh pegawai bahwa sistem yang dijalankan telah berada pada jalur yang tepat.
