Kerja Bakti Bangun Pasar Tradisional di Lingkungan RT 20

Minggu pagi (10/5/2026) di lingkungnan RT 20 tidak seperti biasanya. Jika biasanya kerja bakti hanya berkutat pada selokan dan rumput liar, kali ini warga melakukan gebrakan besar yaitu Menyulap area hutan lingkungan menjadi pasar tradisional yang ikonik.

Sejak pukul 07.00 WIB, semangat gotong royong memuncak. Sambil menjaga kebersihan lingkungan pemukiman, fokus utama warga hari ini adalah land clearing dan penataan awal area hutan yang akan dijadikan pusat ekonomi baru bagi warga setempat.

Mengapa Ini Menarik?

  1. Konsep Eco-Market: Pasar ini direncanakan tetap mempertahankan keasrian hutan. Alih-alih semen dan beton, warga memanfaatkan material alam untuk menciptakan pasar tradisional yang sejuk dan estetik.
  2. Ketahanan Ekonomi Lokal: “Pasar Hutan” ini bertujuan untuk memberi ruang bagi warga RT 20 menjajakan hasil bumi dan produk UMKM tanpa harus jauh-jauh.
  3. Wisata Lingkungan: Bukan sekadar tempat belanja, area ini dapat menjadi destinasi wisata akhir pekan bagi warga sekitar yang rindu suasana hijau.

“Kami ingin membuktikan bahwa hutan lingkungan tidak harus terbengkalai. Dengan kerja bakti ini, kita bangun pasar yang unik. Belanja nyaman, udara tetap segar, dan kantong warga makin tebal,” ujar salah satu tokoh masyarakat di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini menjadi bukti nyata bahwa RT 20 bukan sekadar menjaga kebersihan, tapi juga memiliki visi besar untuk mengubah potensi alam menjadi berkah ekonomi bagi seluruh warga. Pasar Hutan ini akan menjadi ikon baru kebanggaan lingkungan!