Tekan Harga Sembako dengan Gerakan Pangan Murah di Pasar Manisrejo

Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini dimaknai secara nyata oleh Pemerintah Kota Madiun khususnya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman. Bukan sekadar seremonial, semangat gotong royong diwujudkan lewat aksi konkret menekan gejolak harga kebutuhan pokok melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar langsung di depan Pasar Manisrejo, Rabu (20/5).

Langkah taktis intervensi pasar ini lahir dari kolaborasi solid antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manisrejo, serta jejaring swalayan lokal.

Sejak pagi buta, selasar ruko di depan pasar sudah dipadati warga yang antusias mengantre. Memimpin langsung di lini depan, Lurah Manisrejo tampil berwibawa dengan seragam dinas putihnya, didampingi jajaran perangkat kelurahan, pengurus KKMP, serta pengamanan dari Bhabinkamtibmas.

Kehadiran seluruh unsur tiga pilar ini menjadi penanda kuat bahwa jajaran kelurahan berkomitmen penuh mengawal urusan paling mendasar masyarakat: ketahanan pangan tingkat domestik. Di stan GPM, berbagai komoditas esensial seperti beras, minyak goreng, hingga gula pasir disediakan melimpah dengan banderol harga di bawah rata-rata pasar.

Keterlibatan aktif koperasi kelurahan menjadi pembeda dalam pergerakan ekonomi kali ini. Koperasi tidak lagi pasif, melainkan mengambil peran strategis sebagai penyambung program pemerintah daerah agar langsung menyentuh akar rumput.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan DKPP Kota Madiun menegaskan bahwa GPM ini merupakan bagian dari skema besar Pemerintah Kota Madiun untuk mengunci laju inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan yang rawan mengalami lonjakan harga.

Meski volume pembeli membeludak, jalannya GPM berlangsung sangat rapi. Berkat pengamanan humanis dan sistem antrean yang matang dari Bhabinkamtibmas serta interaksi aktif para kader, ketertiban warga tetap terjaga hingga seluruh komoditas ludes terjual.

Melalui keberhasilan komitmen bersama ini, Kelurahan Manisrejo kembali membuktikan kelasnya sebagai roda birokrasi yang tanggap, adaptif, dan solutif dalam menjawab tantangan ekonomi warganya.